b:section class='crosscol' id='crosscol' showaddelement='yes'/>

Cara melatih piyik merpati

    Melatih piyik merpati

  • Tidak galak saat diterbangkan berpasangan.
  • Akan selalu mengikuti kemana pasangannya terbang.
  • Saat dilepas, langsung terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu, baru menuju pulang.
  • Sudah terlatih dengan jarak pendek atau jarak jauh dan dari berbagai arah.
  • Dapat menukik 90 derajat atau maksimal 75 derajat.
  • Tidak pernah turun kalau tidak dikelepek betinanya.
  • Lakukan latihan teratur dengan memilih pelatih yang memenuhi syarat diatas. Setidaknya burung pelatih "dapat terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu baru pulang" ini sudah cukup.
  • Pilh waktu yang tepat, seperti pagi hari. Karena kalau sore hari burung yang dilatih ngadat alias tidak mau pulang, kita akan susah untuk menuntun pulang nya.
  • Untuk keamanan sebaiknya membawa pelatih cadangan. Jika pelatih meninggalkan piyik, segera lepaskan pelatih kedua untuk menuntun piyik pulang.
  • Jangan menambah jarak tempuh jika burung mulai kebingungan untuk pulang.
  • Perlu diperhatikan jika piyik terlihat tahu jalan untuk pulang, anda harus ingat bahwa piyik tersebut dituntun oleh pelatih.
  • Latihan dengan menggunakan pelatih tidak harus terus-menerus menggunakan pelatih, sekali-kali piyik perlu dicoba untuk diterbangkan sendiri. Terbangkan piyik mulai 50 meter dari kandang jika piyik tersebut pernah dicoba terbang dengan jarak 200 meter dengan pelatih.
  • Dilatih bertahap dari mulai dilepas dari jarak 20 meter dari kandang latihan setiap pagi. Latihan ini cukup dilakukan 1 x sehari, karena burung yang tidak mempunyai pasangan akan sulit ditangkap untuk dilatih.
  • Terbangkan dari berbagai arah seperti barat, timur, selatan, utara. Ini sangat penting karena setiap saat burung merpati dapat tersesat saat akan pulang. Dengan variasi arah penerbangan diharapkan merpati akan hapal betul daerah nya.
  • Latihan bertahap dengan penambahan jarak kurang lebih 20 meter disetiap peningkatan jarak.
  • Jangan menambah jarak jika burung yang dilatih terlihat mulai kebingungan untuk pulang. Jika ini terjadi maka burung harus dilatih ulang mulai dari setengah jarak terjauh yang pernah di tempuh. 
  • Untuk jarak lebih dari 200 meter sebaiknya anda membawa burung pelatih untuk petunjuk jalan. jika piyik tersebut mulai terlihat tersesat, segera lepaskan burung pelatih untuk menuntun piyik pulang. Dan usahakan dalam melatih untuk membawa burung yang sudah mapan.
  • Sampai elar 2 biasanya piyik bisa dilatih sampai 5 km atau lebih.
  • Dengan latihan yang rutin anda akan mendapatkan burung yang sesuai dengan harapan anda.
  • Elar 1 sebaiknya sudah mulai dicarikan jodohnya, karena dengan elar1 jika memang latihannya berhasil sudah bisa dianggap burung tersebut sudah jadi.
  • Burung tinggi jangan sekali-kali dikelepek jika memang tidak giring, kalau memang berniat diterbangkan biarkan saja dia turun sendiri tanpa dikelepek.
  • Jika bulu ujung sayap telah lepas, sebaiknya burung tersebut di istirahatkan atau biarkan kalau dia terbang untuk sekedar bermain disekitar kandangnya.
  • Berikan makan hanya sekali disore hari kecuali minum bisa sampai 5 x sehari. Dengan memberikan jadwal yang sesuai diharapkan anda tidak repot untuk memberi makan burung.
  • Dalam saat tertentu seperti terlihat banyak burung kecil seperti burung walet beterbangan, sebaiknya latihan  tidak dilakukan  karena menurut pengalaman  setiap terlihat burung kecil beterbangan  burung yang telah mapan pun  bisa hilang.
  • Perhatikan jumlah latihan yang diberikan jangan berlebihan. Karena latihan berlanjut dan teratur adalah hal terbaik buat burung merpati. Setiap merpati mempunyai kelebihan dan kekurangan, anda harus faham dengan itu. Bagai mana cara memahaminya? jika anda perhatikan dengan baik setiap merpati peliharaan anda, anda akan faham dengan sendirinya.


Melatih piyik merpati itu sulit tetapi akan mudah jika kita menyenanginya. Pertama-tama anda telah mempunyai piyik dari terah tinggian yang cukup handal, tetapi tidak perlu dari terah terkenal karena banyak merpati dari terah biasa-biasa saja atau yang anda pelihara dapat menghasilkan anak dengan kualitas yang baik untuk tinggian.

Tetapi untuk menjamin agar pelatihan tidak sia-sia, anda sebaiknya melatih piyik dari keturunan yang memang sudah diketahui ketinggian terbang dan cara menukiknya. Biasanya elar 4 sudah mulai bisa dilatih, jenis-jenis latihan yang umum dilakukan adalah:





    1. Dilatih oleh burung merpati yang telah mapan.



        Artinya burung tersebut akan direkayasa seperti si pelatihnya. Dengan ketinggian terbang yang cukup  menurut anda maka  seekor burung  merpati dapat menjadi pelatih seekor piyik merpati. Sifat-sifat dari burung pelatih yang ideal:


    Memulai latihan.

    Melatih piyik merpati tinggian akan lebih efektif dilatih oleh burung merpati tinggi yang sedang tidak giring. Karena burung pelatih tidak giring cenderung akan terbang lebih lama karena tidak sedang memikirkan betinanya. Sama halnya dilatih dengan burung yang sedang mengerami telur, sudah pasti burung pelatih ini akan langsung pulang  karena ingin segera mengerami telurnya.


    2. Dilatih tanpa diterbangkan dengan burung merpati lain. 


           Artinya burung tersebut dilatih sendirian tanpa menggunakan burung lain sebagai penuntun. Ini akan memakan waktu yang lama dan hasilnya kurang memuaskan. Tetapi dalam beberapa hal bisa saja latihan sendirian bisa lebih baik. Ada beberapa cara melatih terbang sendiri antara lain:
    Catatan :


    3. Dilatih oleh induknya 




    Saat piyik sudah bisa terbang, sang piyik biasa mengikuti induknya. Pada kesempatan seperti ini dapat juga dijadikan sarana untuk melatih piyik agar latihan terbang. Biarkan piyik terbang dengan sendirinya dengan induknya tanpa harus ditangkap lalu diterbangkan. Semakin sering piyik terbang dengan induknya semakin baik sang piyik mengenali arah kandangnya. Dengan demikian kita dengan mudah melatih piyik untuk mengenali lingkungan kandangnya. Tapi jangan lupa untuk sering memegang piyik tersebut agar jinak.





    Share:

    Recent Posts

    Protected by Copyscape